<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Achievement,</title>
	<atom:link href="http://ariefbudi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ariefbudi.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2008 07:36:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ariefbudi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Achievement,</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ariefbudi.wordpress.com/osd.xml" title="Achievement," />
	<atom:link rel='hub' href='http://ariefbudi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>The Creative Team</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/14/the-creative-team/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/14/the-creative-team/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 12:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Sering teringat cerita Mas Toto tentang anak kreatif advertising jamannya, di mana art director dan copywriter-nya punya beragam latar belakang. Ada yang dari dokter, insinyur, aktivis mahasiswa, orang administrasi, sampai ahli kimia dan mantan narapidana politik.Jakarta, latar belakang art director-nya sudah cenderung generik: jebolan DKV atau seni rupa. Copywriter-nya juga kebanyakan berasal dari sastra atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=60&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Sering teringat cerita Mas Toto tentang anak kreatif advertising jamannya, di mana art director dan copywriter-nya punya beragam latar belakang. </span><span style="font-family:&quot;">Ada</span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;"> yang dari dokter, insinyur, aktivis mahasiswa, orang administrasi, sampai ahli kimia dan mantan narapidana politik.</span><span style="font-family:&quot;">Jakarta</span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">, latar belakang art director-nya sudah cenderung generik: jebolan DKV atau seni rupa. Copywriter-nya juga kebanyakan berasal dari sastra atau komunikasi. Secara ingredients sudah tidak sekaya dulu. Mungkin ini juga sebabnya grafik pertumbuhan kreatifnya cenderung statis. Yang berkembang pesat hanya eksekusi (kemasannya), itu pun karena didukung teknologi yang canggih—teknologi film production, teknologi digital imaging, teknologi audio, dan masih banyak lagi.</span><span style="font-family:&quot;">California</span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">, di markas Apple Inc. Di sini tergabung banyak desainer dengan latar belakang berbeda-beda, mulai dari desainer fashion sampai desainer mobil, dikepalai oleh Jonathan Ive, sang chief designer.</span></span></p>
<p><span id="more-60"></span>Latar belakang yang beda-beda ini memperkaya chemistry dan reference di dalam tim itu. Sentuhan art direction si insinyur tentunya akan beda dengan sentuhan art direction si mantan narapidana, bahasa tulisan si aktivis tentunya beda dengan dokter. Terbayang bagaimana dinamisnya suasana di dalam tim yang seperti ini.</p>
<p>Sementara gejala hari ini, dan di banyak tempat, nggak cuman di</p>
<p>Tim kreatif yang sangat majemuk ini ternyata masih ada di salah satu sudut</p>
<p>Itulah sebabnya dalam sekitar 10 tahun terakhir sejak era comeback Apple, selalu muncul penemuan-penemuan yang sangat inovatif dari mereka. Breakthrough inventions, mulai dari iMac G3, iMac G4, iTunes, iPod, iMac G5, iPod Shuffle, sampai iTunes Store dan iPhone.Sebegitu inspiratifnya penemuan-penemuan ini, sampai pemain lain cenderung susah menemukan yang lebih baru dan akhirnya memutuskan jadi follower.</p>
<p>iMac G3, misalnya, terinspirasi dari permen. Ini adalah generasi Apple Computers yang menjadi pengubah paham (changing belief) konsumen teknologi dari “for function” menjadi “for fun”. Bentuknya sangat menarik—bayangkan komputer yang biasanya kotak membosankan jadi warna-warni bening seperti permen—ukurannya kecil, dan CPU jadi satu dengan monitor sehingga tidak banyak kabel sliweran.</p>
<p>Revolusi di dunia komputer desktop ini yang kemudian membawa pengaruh ke bidang-bidang teknologi lain, misalnya tren desain ponsel yang sama-sama menggunakan paham “form-follow-fun”—Nokia 5110 menjadi pencetak sukses besar saat itu (late 90s), sampai disebut ponsel sejuta umat.<br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=60&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/14/the-creative-team/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkawinan dan sinergisitas keunggulan</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/07/perkawinan-dan-sinergisitas-keunggulan/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/07/perkawinan-dan-sinergisitas-keunggulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 08:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikanku pasangan hidup, &#8220;Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya&#8221;, Tuhan menjawab. Tidak hanya meminta kepada Tuhan, Aku juga menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=59&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikanku pasangan hidup, &#8220;Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya&#8221;, Tuhan menjawab. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>Tidak hanya meminta kepada Tuhan, Aku juga menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan. Sejalan dengan berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>&#8221; Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan. &#8221; </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>Aku bertanya, &#8220;Mengapa Tuhan?&#8221; dan Ia menjawab, &#8221; Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.&#8221; &#8220;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> Aku bertanya lagi, &#8220;Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?&#8221; &#8220;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>Jawab Tuhan, &#8220;Aku akan menjelaskannya kepada-Mu, Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>atau seseorang yang mudah mengampuni tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak&#8230;&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> Kemudian Ia berkata kepadaku, &#8220;Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. (sumber : <span> </span>dari email Pak Ismanto)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>………..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> MESKIPUN syarat menemukan keunggulan harus menjadi diri sendiri (</span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;">the real self</span></em><span>) TETAPI orang tidak akan menjadi dirinya <em>(the real self)</em> hanya dengan seorang diri melainkan mutlak membutuhkan keterlibatan orang lain. MESKIPUN keunggulan menjadi syarat mutlak merealisasikan kesuksesan  TETAPI kesuksesan itu tidak bisa direalisasikan  hanya dengan keunggulan tunggal  melainkan membutuhkan  keunggulan orang lain. MESKIPUN  manusia punya keinginan umum yang sama  TETAPI kesamaan keinginan tersebut tidak bisa diraih tanpa  keterlibatan unsur pembeda yang melekat di diri orang lain.</span></p>
<p><span id="more-59"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> Kenyataan demikian adalah ungkapan alam yang mempertegas bahwa  sinergisasi keunggulan merupakan alat merealisasikan keinginan. Dalam praktek, meskipun ajaran sinergisasi telah dielaborasi ke sekian kavling formal dan non-formal dengan pemahaman tertentu tetapi tidak mungkin meninggalkan aspek paling mendasar yaitu antara kita dan orang lain yang menggagas untuk melakukan sesuatu demi tercapainya sesuatu yang kita inginkan.  Tak pelak lagi, munculnya fenomena sebagian MESKIPUN dan sebagian TETAPI di atas, membuat tata letak hubungan kita dengan orang lain rawan paradok dan penyimpangan. Hubungan kita dengan orang mestinya menjadi sumberdaya <em>(resource)</em> solusi tetapi lebih sering justru menjadi sumberdaya problem.  Salah satu hal yang kita lupakan ketika hubungan dengan orang lain terjadi adalah sinergisasi keunggulan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>Esensi</span></strong><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sebelum Covey memperkenalkan istilah kebiasaan sinergisasi sebagai cara mewujudkan pola kebiasaan hidup efektif (tercapainya tujuan secara optimal dengan cara yang lebih mudah) sebenarnya Hukum Alam telah mengajarkannya kepada kita melalui peristiwa perkawinan. Satu orang lelaki dan perempuan dengan sinergisasi keunggulan jenis kelamin bisa melahirkan anak lebih dari dua dan bisa menciptakan kreasi hidup baru berupa rumah tangga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Secara ilmiah, sinergisasi mengandung esensi yang tidak bisa ditinggalkan, antara lain: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>1.</span></strong><span> <strong>Transmigrasi <em>mindset</em></strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sinergisasi harus diawali dari kemauan merubah model mental, paradigma hidup, dan sistem berpikir dimana kita adalah pemilik tujuan  bahkan pemilik kehidupan atau nasib . Dengan menjadi pemilik, maka tanggung jawab menentukan keputusan dan pilihan berada sepenuhnya di tangan kita. Tanggung jawab <em>ownership</em> inilah yang akan melahirkan kesadaran transmigrasi <em>mindset</em> dari sama-sama kerja ke kerja sama. Dari contoh yang disebutkan diatas, meskipun perkawinan merupakan peristiwa alamiah, tetapi tidak akan terjadi begitu saja tanpa diawali perubahan <em>mindset</em>. Begitu perubahan <em>mindset</em> diputuskan maka (kemudian) berubahlah  status seseorang. Transmigrasi <em>mindset</em> dalam kaitan dengan sinergisasi keunggulan adalah meletakkan orang lain sebagai <em>miracle</em> bagi diri kita.  Einstein bilang: &#8220;<em>You can choose everything miracle and nothing miracle&#8221;</em>. Dengan mengawinkan <em>miracle</em> maka sinergisasi tidak akan membikin anda lebih melarat  melainkan lebih makmur luar-dalam kecuali ada penyimpangan terhadap prinsip dasar hukum sinergi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>2.</span></strong><span> <strong>Semangat saling membangun kepercayaan</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sinergisasi keunggulan dengan orang lain tidak bisa meninggalkan tuntutan kepercayaan dimana orang harus lebih dulu percaya atas kemampuan dirinya dalam merealisasikan tujuan dan percaya atas kebenaran dari prinsip yang diyakini serta memiliki kualitas yang layak untuk dipercaya. Praktek mengajarkan, kegagalan melangkah untuk menciptakan <em>deal</em> sinergisasi dengan orang lain dari mulai urusan bisnis sampai ke pacaran disebabkan oleh kualitas kepercayaan yang rendah. Logika ilmiahnya, kalau kita tidak percaya kepada diri kita, tentu tidak logis kalau kita menginginkan orang lain percaya. Covey berpendapat, kelayakan dipercaya menuntut kredibilitas keahlian profesi dan kredibilitas nilai. Kredibilitas profesi tidak bisa direalisasikan sebelum orang memiliki <em>self-confidence</em> bahwa dirinya punya <em>sufficient asset</em> (aset memadai) yang bisa diaktualisasi menjadi sumber solusi hidup. Sementara kredibilitas nilai tidak bisa diraih sebelum orang meyakini kebenaran dari keyakinannya yang terekspresikan ke dalam karakter hidup. Semua orang dipastikan punya keyakinan tetapi hanya sedikit yang benar-benar meyakini kebenaran keyakinanya sehingga mudah mengeluarkan percikan keragu-raguan yang mendorong orang untuk memasuki ideologi &#8220;telor-ayam&#8221; ketika hendak membuat sinergisasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>3.</span></strong><span> <strong>Perkawinan keunggulan yang berbeda </strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Sinergisasi bukan menyamakan atas dasar persamaan melainkan <em>matching</em> yang secara harfiah diartikan dengan <em>well-combined with</em> atau <em>to put in competition</em> yang oleh hukum alam diartikan dengan perkawinan lawan jenis untuk membentuk pasangan. Kenyataan mengajarkan bahwa orang yang telah sukses merealisasikan gagasan, rata-rata telah dididik oleh hukum alam yang membuatnya menjadi ahli mengawinkan keunggulan dirinya  dengan orang lain yang lebih banyak dan lebih beragam. Teori <em>networking</em> membenarkan bahwa semakin banyak / beragam orang yang kita kenal dan mengenal kita semakin besar kemungkinan terjadinya transaksi peluang. Sinergisasi yang kita jalankan atas kecenderungan persamaan aspek keunggulan atau kelemahan biasanya baru berupa energi potential yang masih perlu direalisasikan menjadi power. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>4.</span></strong><span> <strong>Realisasi   kekuatan baru yang bernilai lebih</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kualitas sebuah sinergisasi (strength) tetaplah ditentukan oleh kreativitas, bukan oleh kuantitas orang yang kita kenal dan bidang yang kita sinergisasikan. Oleh karena itu, kalau menyimak lanjutan dari teori <em>networking</em> di atas, maka akan kita temukan: <em>&#8220;It is not who you know or who even knows you; it is who knows that you know what you know&#8221;.</em> Jadi, buah sinergisasi tidak ditentukan oleh kuantitas aktivitas melainkan kualitas kreativitas yang intinya adalah menciptakan hidup kita menjadi lebih hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Kalau begitu, bagaimana cara agar bisa menghasilkan  pendekatan yang baik atau pendekatan yang dibutuhkan oleh kepentingan sinergisasi? </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=59&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/07/perkawinan-dan-sinergisitas-keunggulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Informasi Produk dan Budaya Konsumsi</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/05/informasi-produk-dan-budaya-konsumsi/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/05/informasi-produk-dan-budaya-konsumsi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 04:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[FoodTech dan Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Bila Anda sedang menjalani diet, maka pilihan makanan dengan kandungan kalori yang lebih rendah tentu merupakan pilihan yang masuk akal. Demikian juga bagi yang tetap ingin merokok, namun ingin menghindari resiko kesehatan, akan lebih memilih rokok dengan kandungan tar dan nikotin rendah. Dengan cara demikian, setidaknya Anda masih bisa menikmati apa yang Anda sukai dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=58&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila Anda sedang menjalani diet, maka pilihan makanan dengan kandungan kalori yang lebih rendah tentu merupakan pilihan yang masuk akal. Demikian juga bagi yang tetap ingin merokok, namun ingin menghindari resiko kesehatan, akan lebih memilih rokok dengan kandungan tar dan nikotin rendah. Dengan cara demikian, setidaknya Anda masih bisa menikmati apa yang Anda sukai dan sekaligus menghindari resiko. Strategi tersebut kelihatannya jitu dan sangat masuk di akal.</p>
<p><strong>Tapi, tunggu dulu…</strong><br />
<span id="more-58"></span><br />
Brian Wansik dari Cornell University dan Pierre Chandon dari INSEAD tidak sependapat dengan kesimpulan tersebut. Dan mereka tentu saja tidak asal omong. Lewat penelitian yang mereka lakukan, mereka menemukan konsumen akan mengkonsumsi makanan yang dilabeli sebagai “low fat” dalam kuantitas yang lebih banyak. Hasil akhirnya? Jumlah kalori yang dikonsumsi bisa-bisa lebih besar dibanding bila mereka menyantap makanan biasa. Hal ini dibantu oleh label makanan yang sering membingungkan.</p>
<p><span class="fullpost"></span></p>
<p>Meski label makanan sering memberi informasi kalori, informasi tersebut (entah sengaja atau tidak), sering dibuat menjadi lebih kompleks. Kalori dihitung dengan satuan serving size, sementara 1 bungkus makanan sering terdiri dari beberapa serving size. Selain itu, terkadang informasi kalori diberikan dalam satuan kJ (kilo Joule). Berapa orang yang tahu cara mengkonversi kJ ke kalori, dan dari kalori ke berat badan? Untuk menghitung kalori dengan benar, konsumen harus melakukan perhitungan aritmatika terlebih dahulu. Di Indonesia, hal ini malah lebih parah karena banyak produsen yang tidak memberikan informasi tersebut sama sekali.</p>
<p>Fenomena yang sama juga bisa diamati pada konsumsi rokok yang dilabeli sebagai rokok “low tar low nicotine“. Label tersebut sering membuat konsumen berani mengambil resiko tambahan dengan membakar lebih banyak rokok di sela jari-jari tangan mereka.</p>
<p><strong>Sekarang kita lihat penelitian kedua.</strong></p>
<p>Lisa E. Bolton dari Wharton dan dua rekannya dari University of Pennsylvania School of Medicine, Kevin G. Volpp dan Katrina Armstrong, mengadakan penelitian yang lain. Penelitian mereka berkaitan dengan bagaimana pola makan konsumen yang setelah didiagnosa menderita kondisi klinis seperti kolesterol atau kegemukan diberi obat dokter atau suplemen. Apakah pemberian obat atau suplemen tersebut mempengaruhi pola makan dan gaya hidup mereka?</p>
<p>Mereka menemukan, konsumen yang diberi suplemen ternyata lebih memilih pola hidup sehat dibanding yang mendapatkan obat dokter. Jawaban atas perbedaan tersebut? Konsumen yang mendapatkan obat dokter merasa lebih percaya bahwa obat yang mereka terima lebih ampuh menghilangkan apa pun “penyakit” yang mereka derita. Bila problem yang sama terulang kembali, mereka dengan mudah kembali ke dokter untuk meminta resep yang sama tanpa mengganggu kenikmatan lidah mereka. Sementara itu, konsumen yang menerima suplemen lebih berhati-hati karena mereka menyadari suplemen hanyalah suplemen. Akibatnya, mereka lebih termotivasi untuk merubah gaya hidup mereka, karena suplemen dilihat hanya sebagai salah satu alat bantu.</p>
<p>Kesimpulan dari kedua penelitian di atas? Kita, konsumen, bukanlah makhluk yang rasional. Kita sering percaya pada kesimpulan kita tanpa menyelidiki lebih jauh. Pada kondisi-kondisi yang berhubungan dengan kesehatan, kekurangan tersebut bisa jadi berakibat fatal. Dalam hal ini, produsen kelihatannya belum berpihak kepada kepentingan Anda. Hanya kehati-hatian Anda sendiri yang mampu menyelamatkan Anda dari irasionalitas tersebut. Sementara itu, bagi pihak-pihak otoritas dan lembaga perlindungan konsumen, hasil riset ini semoga bisa dijadikan acuan untuk meminta produsen agar bersedia memberikan informasi yang lebih bertanggung jawab kepada konsumen.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=58&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/05/05/informasi-produk-dan-budaya-konsumsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEBUMEN DAN POTENSI</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/04/13/kebumen-dan-potensi/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/04/13/kebumen-dan-potensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 04:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah tentu saja semua tahu. Daerah yang kaya akan berbagai potensi alam dan sumber daya manusia ini membutuhkan sentuhan lebih lagi dari berbagai pihak. Membiarkannya begitu saja akan sangat sayang sekali, karena itu berarti membiarkan potensi hanya menjadi tumpukan tidak berguna. Sokka Riwayatmu Kini Siapa yang belum pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=51&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img src="http://img201.imageshack.us/img201/3046/dscn0306lc2ad5.jpg" alt="" /></strong></p>
<p><strong>KEBUMEN</strong> sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah tentu saja semua tahu. Daerah yang kaya akan berbagai potensi alam dan sumber daya manusia ini membutuhkan sentuhan lebih lagi dari berbagai pihak. Membiarkannya begitu saja akan sangat sayang sekali, karena itu berarti membiarkan potensi hanya menjadi tumpukan tidak berguna.</p>
<p><strong>Sokka Riwayatmu Kini</strong><br />
Siapa yang belum pernah mendengar genting sokka? Genting sokka adalah produk tangan-tangan kreatif masyarakat Kebumen. Bahkan dalam sejarahnya sentra industri genting sokka sudah eksis sejak zaman Belanda. Bahkan karena keunggulan kualitasnya, Kompeni Belanda pada abad ke-19 memakai genting sokka sebagai atap semua stasiun kereta api di Jawa. Keunggulan genting sokka yang terkenal kuat dan berbahan tanah liat spesifik hingga saat ini masih dijadikan banyak acuan.<br />
<span id="more-51"></span><br />
Setidaknya ada lima kecamatan yang saat ini menjadi tempat berkembang lebih dari 700 unit usaha genting ini, yaitu Kecamatan Pejagoan, Sruweng, Petanahan, Adimulyo, sampai Kebumen. Bukan tanpa alasan jika kelima kecamatan ini menjadi tempat berkembangnya unit usaha genting ini, karena di kelima kecamatan inilah terdapat tanah liat dengan kualitas bagus untuk produksi genting. Bahkan bagusnya kualitas tanah liat yang ada di lima kecamatan ini tidak jarang tanah tersebut dikeruk dan dijual ke luar daerah.</p>
<p>Terkenalnya nama genting sokka ternyata tidak sebanding dengan kesejahteraan yang didapatkan pengrajinnya. Sebagai sebuah produk genting sokka, hanya dihargai sebesar Rp 500,00 sampai Rp 1.000,00 per bijinya. Hanya akhir-akhir ini saja harganya sedikit naik karena banyaknya pesanan dari wilayah-wilayah yang terkena dampak gempa. Itu pun tidak akan berlangsung lama. Apalagi untuk memenuhi target pesanan yang diminta pun sangat kesulitan, selain karena cuaca yang tidak begitu cerah juga keterbatasan tenaga kerja serta modal.</p>
<p>Segala keterbatasan inilah yang kemudian diadusaingkan dengan produk-produk genting saat ini yang diproduksi dengan peralatan dan teknologi modern sperti genting pres dan genting semen. Apalagi jika dibandingkan dengan genting Jatiwangi dari Jawa Barat genting sokka masih kurang dari segi teknik mencetaknya. Problem-problem inilah yang kemudian berkembang hingga saat ini dan belum mendapatkan jalan keluar.</p>
<p>Tanah liat sebagai kekayaan yang berasal dari alam pun juga menjadi pertimbangan tersendiri. Karena dalam banyak hal, tentu saja penambangan tanah liat ini menjadi ancaman bagi lingkungan hidup. Kondisi ini semakin menyulitkan pihak pembuat genting.<br />
Pemkab Kebumen sendiri dalam berbagai kebijakannya tampak tidak memberikan perhatian yang besar kepada industri genting ini. Selain alasan lingkungan hidup yang dikemukakan, juga yang terpenting adalah industri genting ini tidak memberikan sumbangan yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rendahnya nilai jual genting tentu saja memberi dampak pada kecilnya kontribusi yang diberikan industri genting pada PAD Kebumen.<br />
Bahkan industri genting di Kebumen, walaupun pernah mencapai 2.000 unit dengan belasan ribu tenaga kerja, tidak pernah mendapat beban pajak. Sehingga inilah yang kemudian menjadi alasan pihak Pemkab untuk tidak memberikan dukungan bagi berkembangnya industri genting. Selain menghitung kesinambungan efek bagi lingkungan hidup, karena memang akan sangat merugikan jika lahan atau sawah produktif dialihfungsikan menjadi pengerukan tanah liat sebagai bahan baku genting.<br />
Sementara berharap dari retribusi dari pengerukan tanah liat ini, yang masuk dalam bahan galian C, juga tidak mendapatkan angka yang signifikan. Dari laporan hasil keuangan tahun 2001, PAD dari pemasukan pajak dan retribusi bahan galian C hanya Rp 28 juta atau 0,3% dari total PAD Kebumen. Sementara pemerintah belum membuat regulasi yang mengatur tentang penambangan tanah liat, masyarakat juga mulai mengalami kebingungan dengan apa yang harus dilakukan untuk tetap terus bertahan hidup.</p>
<p>Sebenarnya dengan tanah liat yang dimiliki oleh Kebumen, tidak menutup kemungkinan jika industri genting beralih menjadi industri gerabah atau keramik. Industri gerabah atau keramik ini sebenarnya pernah dicoba di Kebumen tetapi mengalami kegagalan. Kegagalan ini lebih dikarenakan ketidakmampuan produk gerabah dan keramik dari Kebumen untuk bersaing dengan produk-produk daerah lain.<br />
Persoalan lain adalah tidak inovatif dan kreatifnya produk yang dihasilkan. Sehingga kesan monoton menjadikan produk gerabah atau keramik dari Kebumen tidak diminati oleh pembeli. Pembinaan kekaryaan pun tidak dilakukan oleh pihak Pemkab Kebumen. Sehingga alih produksi dan teknologi yang seharusnya terjadi dalam kasus produksi gerabah atau keramik Kebumen sama sekali tidak terjadi.</p>
<p><strong>Hidup, Menganyam Bambu Menjadi Tampah</strong><br />
Kebumen tidak hanya punya sentra genting saja, tetapi juga punya sentra tampah yang ada di desa Kembangsawit. Di desa ini setidaknya lebih dari separo kepala keluarganya hidup dari menganyam bambu menjadi tampah. Ada 200 KK yang menyandarkan hidup dari memproduksi tampah ini. Walaupun dengan penghasilan yang tidak begitu besar, hanya Rp 2.500,00 sampai Rp 4.500,00.<br />
Sebenarnya harga tampah dengan kualitas rendah di pasaran bisa mencapai lebih dari sepuluh ribu rupiah setiap buahnya. Tetapi oleh pengepul tampah dengan kualitas rendah itu hanya dihargai Rp 5.000,00 sedangkan untuk yang kualitas bagus dihargai Rp 7.500,00. Sementara untuk menghasilkan satu buah tampah dibutuhkan modal Rp 2.500,00 samapi Rp 3.000,00. Keuntungan bersih para pengrajin tampah ini tidak lebih dari Rp 2.500,00 tiap buahnya.</p>
<p>Sebagian besar masyarakat Kembangsawit menjadikan pekerjaan membuat tampah ini sebagai pekerjaan sampingan. Pekerjaan utama mereka sebagai buruh tani memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan jika mereka harus membuat tampah yang sehari hanya bisa menghasilkan satu-dua buah. Harapan untuk terus mempertahankan usaha membuat tampah sebenarnya ada walaupun tidak besar. Karena bagi masyarakat desa Kembangsawit, membuat tampah adalah warisan leluhur yang diturunkan kepada mereka. Bagi mereka membuat tampah tidak hanya sekedar menyambung hidup tetapi lebih dari itu adalah melanjutkan warisan nenek moyang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=51&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/04/13/kebumen-dan-potensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img201.imageshack.us/img201/3046/dscn0306lc2ad5.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Warren Buffett Geser Posisi Bill Gates</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/08/warren-buffett-geser-posisi-bill-gates/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/08/warren-buffett-geser-posisi-bill-gates/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 02:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[FoodTech dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/08/warren-buffett-geser-posisi-bill-gates/</guid>
		<description><![CDATA[NEW YORK (SINDO) – Warren Buffett, investor Amerika Serikat (AS) yang juga pemimpin Berkshire Hathaway Inc, menggeser posisi pendiri Microsoft Corp Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia. Majalah Forbesdalam laporan terbarunya yang terbit Rabu (5/3) memperkirakan kekayaan Buffett mencapai USD62 miliar (Rp560 triliun). Pengusaha telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim berada di posisi kedua dengan kekayaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=48&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" width="361" src="http://img206.imageshack.us/img206/5558/forbesyv8.gif" alt="forbes-orang terkaya" height="176" /><span class="yshortcuts"><b><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="background-position:0 0;background-attachment:scroll;cursor:hand;">NEW YORK</span></span></b></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> (SINDO) – <span class="yshortcuts"><span style="background-position:0 0;background-attachment:scroll;cursor:hand;">Warren Buffett</span></span>, investor Amerika Serikat (AS) yang juga pemimpin <span class="yshortcuts"><span style="background-position:0 0;background-attachment:scroll;cursor:hand;">Berkshire Hathaway Inc</span></span>, menggeser posisi pendiri <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Microsoft Corp</span></span> <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Bill Gates</span></span> sebagai orang terkaya di dunia.</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Majalah Forbesdalam laporan terbarunya yang terbit Rabu (5/3) memperkirakan kekayaan Buffett mencapai USD62 miliar (Rp560 triliun). </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Pengusaha telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim berada di posisi kedua dengan kekayaan USD60 miliar. ”Kini Gates berada di peringkat ketiga setelah 13 tahun berada di peringkat pertama.Kekayaan Gates diperkirakan sekitar USD58 miliar,” ungkap CEO ForbesSteve Forbes. Menurut Forbes, keberhasilan Buffett menduduki posisi pertama merupakan pencapaian yang sangat penting.</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">” Keberhasilannya itu terjadi saat krisis keuangan melanda dunia dan Buffett telah mulai menjadikan perusahaan dalam kegiatan amal,”papar Forbes. ”Meskipun dia (Buffett) menyumbangkan sejumlah keuntungannya tiap tahun, saham <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Berkshire Hathaway</span></span>, sumber kekayaan Warren Buffett,terus meningkat pesat.” ”Kekayaan Buffett meningkat USD10 miliar dalam kalender tahun lalu,”ungkap Forbes. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><br />
<span id="more-48"></span><br />
<span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Buffett sering disebut sebagai Sage of Omaha oleh para investor karena dia hanya berinvestasi pada perusahaan-perusaha an besar yang mudah dimengerti bisnisnya, mendominasi pasar saham, serta memiliki pendapatan konsisten dan manajemen kuat. Pada awal 1960-an, Buffett mulai berinvestasi di </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Berkshire</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> yang saat itu merupakan perusahaan pembuat tekstil. Sejak diambil alih, </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Berkshire</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> dijadikan perusahaan induk untuk lebih 50 perusahaan mulai dari perusahaan cat Benjamin Moore, es krim Dairy Queen hingga pakaian dalam Fruit of the Loom dan pisau Ginsu. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Gates telah berada di posisi pertama orang terkaya dunia sejak 1995.Saat itu dia menggeser kedudukan Yoshiaki Tsutsumi, pengusaha real estat asal Jepang.Tsutsumi keluar dari daftar orang terkaya dunia tahun lalu setelah menerima vonis penjara atas perjanjian keuangan palsu dan insider tradingpada 2005. ”Harga saham <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Microsoft</span></span> merosot sejak sebelum perusahaan milik Gates itu mengumumkan rencana akan membeli Yahoo senilai USD44,6 miliar pada 31 Januari,” ujar Forbes yang melakukan pemeringkatan berdasarkan harga saham 11 Februari 2008. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Jika harga saham <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Microsoft</span></span> tidak merosot terlalu banyak, Gates diperkirakan tidak akan terlalu jauh peringkatnya dari Buffett. Adapun Carlos Slim merupakan mantan pemain saham yang dikenal sering membeli perusahaan murah, sedang berkembang, dan menjadikannya mesin pencetak laba. Slim membangun perusahaannya dengan memprivatisasi eks perusahaan telepon Pemerintah Meksiko,Telmex. America Movil merupakan perusahaan pengembangan dari Telmex dan kini menjadi bendera bisnis Slim. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">America Movil telah menjadi perusahaan telepon seluler terbesar di Amerika Latin. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Sejumlah pemimpin industri teknologi AS lainnya turun peringkat dalam daftar Forbes. <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Larry Ellison</span></span>, CEO dan pendiri <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Oracle</span></span>, turun ke peringkat 14 tahun ini, dari peringkat 11 tahun lalu. Sementara pendiri bersama Microsoft Paul Allen juga turun ke peringkat 41 dari peringkat 19 pada tahun lalu. Pendiri <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Google</span></span> <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Sergey Brin</span></span> dan <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Larry Page</span></span> tetap berada dalam daftar orang terkaya dengan kekayaan masing-masing USD18,7 miliar dan USD18,6 miliar.</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Mereka berada di peringkat 32 dan 33. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Menurut Forbes, sebagian besar dari 10 orang terkaya dunia tetap berasal dari industri berat dan komoditas. Peringkat 4 ditempati Lakshmi Mittal, pengusaha baja, tempat kelima <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Mukesh Ambani</span></span>, pengusaha minyak,dan tempat keenam Anil Ambani, saudara Mukesh yang merupakan pengusaha di bidang listrik dan komunikasi. Oleg Deripaska, pemilik perusahaan alumunium, berada di peringkat 9. Dua pengusaha ritel berada dalam daftar 10 orang terkaya dunia.</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Yang pertama adalah pendiri Ikea, Ingvar Kamprad dari Swedia, di peringkat 7.Kedua, pendiri toko diskon asal Jerman, Aldi, Karl Albrecht di peringkat 10. Pengembang real estat <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">India</span></span> KP Singh di peringkat 8. Khusus di <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Asia</span></span> Pasifik, </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="cursor:hand;">Australia</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> memiliki jumlah lebih banyak miliarder di <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Asia</span></span> Pasifik dengan 14 miliarder. Diikuti 12 milialder asal Korea Selatan (Korsel) dan delapan miliarder asal </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="cursor:hand;">Malaysia</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Lalu, tujuh miliarder asal </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="cursor:hand;">Taiwan</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">. Dari </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="cursor:hand;">Indonesia</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> dan Singapura masingmasing ada </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="cursor:hand;">lima</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> miliarder. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kemudian tiga miliarder dari </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="cursor:hand;">Thailand</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> dan dua miliarder dari Filipina. ”Total kekayaan 1.125 miliarder dunia mencapai USD4,4 triliun. Daftar miliarder <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">itu</span></span> meningkat dua kali lipat dalam empat tahun terakhir,” ungkap majalah Forbes. Menurut Forbes, ada 469 miliarder AS dengan total kekayaan USD1,6 triliun. Sementara <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">itu</span></span> ada 656 miliarder yang tinggal di luar AS dengan total kekayaan USD2,8 triliun. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">”Rusia menjadi wilayah kedua terbesar sebagai tempat tinggal 87 miliarder dan Moskow kini menjadi pusat miliarder terbanyak di dunia. Ibu </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">kota</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> Rusia itu kini menjadi tempat tinggal lebih banyak miliarder dibandingkan </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kota</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="cursor:hand;">New York</span></span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">,” ungkap majalah Forbes. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">India</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">, </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">China</span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">, dan Turki juga menjadi tempat tinggal terbanyak dari para miliarder. Miliarder termuda dunia berusia 23 tahun, <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Mark Zuckerberg</span></span>, merupakan pendiri situs jaringan sosial <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Facebook</span></span>. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Forbes memperkirakan jumlah kekayaannya USD1,5 miliar. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">”Dia merupakan miliarder termuda yang pernah muncul dalam daftar peringkat miliarder dunia Forbes,”ungkap majalah itu. Zuckerberg berada di peringkat 785 dari seluruh daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Kalkulasi Forbes itu juga berdasarkan nilai investasi <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Microsoft</span></span> sebesar USD240 juta tahun lalu di <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Facebook</span></span>. Krisis keuangan global yang terjadi saat ini telah melempar keluar sejumlah orang dari daftar orang terkaya Forbes. </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Mereka yang keluar dari daftar itu ialah James Cayne, pemimpin bank investasi <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Bear Stearns Cos</span></span>; William Pulte, pendiri perusahaan pengembang perumahan <span class="yshortcuts"><span style="cursor:hand;">Pulte Homes Inc</span></span>; dan Howard Schultz, pendiri jaringan kedai kopi Starbucks. Penurunan nilai tukar dolar AS turut berpengaruh dalam meningkatnya jumlah miliarder dari luar AS, khususnya karena daftar Forbes ditetapkan dalam mata uang dolar AS. (AP/AFP/syarifudin)  </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=48&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/08/warren-buffett-geser-posisi-bill-gates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img206.imageshack.us/img206/5558/forbesyv8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">forbes-orang terkaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Prinsip Matsusitha</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/07/7-prinsip-matsusitha/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/07/7-prinsip-matsusitha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 14:22:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[FoodTech dan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/07/7-prinsip-matsusitha/</guid>
		<description><![CDATA[Kiriman email kenang-kenangan dari Pak Sutono, Beliau adalah pernah bekerja diperusahaan Japan P.T.Panasonics Lighting Indonesia selama 3 tahun ( 1999 s/d 2002 )Tahun 2000 pernah dikirim ke Kantor Pusat Matsushita di Takatshuki Osaka Japan. Setiap pagi harus membaca 7 prinsip perusahaan (baik ketika di Indonesia maupun ketika berada di Japan dan&#8230; disiplin untuk dilaksanakan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=47&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kiriman email kenang-kenangan dari Pak Sutono, Beliau adalah pernah bekerja diperusahaan Japan P.T.Panasonics Lighting Indonesia selama 3 tahun ( 1999 s/d 2002 )Tahun 2000 pernah dikirim ke Kantor Pusat Matsushita di Takatshuki Osaka Japan. Setiap pagi harus membaca 7 prinsip perusahaan (baik ketika di Indonesia maupun ketika berada di Japan dan&#8230; disiplin untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari) .</p>
<p>Salah satunya berbunyi : Utamakan berlaku JUJUR dan ADIL ( Al Mu&#8217;min dan Al &#8216;Adl ) Ini adalah salah satu CORE VALUES nya ESQ Ary Ginanjar atau ASMA&#8217;UL HUSNA ( 99 Sifat Allah swt )</p>
<p> 7 ( tujuh ) Prinsip Perusahaan Matsushita Electric Industrial Co,Ltd Takatsuki, Osaka Japan.:</p>
<p>1. Utamakan berbakti pada negara melalui Industri ( Al Wakiil )</p>
<p>2. Utamakan berlaku jujur dan adil (Al Mu&#8217;min dan Al &#8220;Adl )</p>
<p>3. Utamakan bekerja sama dengan keselarasan ( Al Jaami&#8217; )</p>
<p>4. Utamakan berjuang untuk perbaikan ( Al Aakhir )</p>
<p>5. Utamakan ramah tamah dan kesatria ( Al Haliim dan Al Matiin )</p>
<p>6. Utamakan menyesuaikan diri dengan kemajuan Zaman ( Al Rasyiid )</p>
<p>7. Utamakan bersyukur dan berterima kasih ( Al Syakuur )</p>
<p>Sesuatu bukti yang nyata , mengapa Japan leading diberbagai Business Dunia, dikarenakan dg konsekwen dan disiplin menjalankan ASMA&#8217;UL HUSNA .</p>
<p>Bandingkan juga dengan 7 NILAI DASAR ESQ ( Satukan Hati ) Untuk menuju INDONESIA EMAS tahun 2020 .</p>
<p>1. Jujur ( Al Mu&#8217;min )</p>
<p>2. Tanggung Jawab ( Al Wakiil )</p>
<p>3. Visioner ( Al Aakhir )</p>
<p>4. Disiplin ( Al Matiin )</p>
<p>5. Kerja Sama ( Al Jaami&#8217; )</p>
<p>6. Adil ( Al Adl )</p>
<p>7. Peduli ( As Samii&#8217; dan AL Bashiir )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=47&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/03/07/7-prinsip-matsusitha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Leadership Bayang-Bayang</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/20/leadership-undercover/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/20/leadership-undercover/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 14:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/20/leadership-undercover/</guid>
		<description><![CDATA[Kepemimpinan bagai bayang-bayang saja.. &#8220;Banyak manusia menyukai bayang-bayang, karena indahnya, tidak menyukai realita..karena pahitnya..&#8221; Teman saya berbagi pengalaman-pengalaman kerja di beberapa perusahaan lokal besar, pegawainya rata-rata: diatas 1.000 orang, ada beberapa lokasi plant [rata-rata manaufacturing good local brands]. Dirutnya orang lokal, pegawainya semua lokal, tidak ada bule. Menarik ucapan salah satu supporting managernya yang sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=45&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepemimpinan bagai bayang-bayang saja..</p>
<p>&#8220;Banyak manusia menyukai bayang-bayang, karena indahnya, tidak menyukai realita..karena pahitnya..&#8221;</p>
<p>Teman saya berbagi pengalaman-pengalaman kerja di beberapa perusahaan lokal besar, pegawainya rata-rata: diatas 1.000 orang, ada beberapa lokasi plant [rata-rata manaufacturing good local brands]. Dirutnya orang lokal, pegawainya semua lokal, tidak ada bule. Menarik ucapan salah satu supporting managernya yang sudah bekerja 25 th: &#8220;..Gak perlu training leadershiplah, kami ini lebih perlu bagaimana meningkatkan sikap &amp; rasa peduli, kebersamaan, togetherness seperti dulu lagi..yang kini sudah mulai terkotak-kotak, hambar. Kami ini sekarang, kerja hanya sebatas karyawan, dulu gak ada batasnya, yah karyawan, yah owner&#8230;berjuang..Kami memerlukan itu&#8221;. Satu lagi GM bilang:&#8221;..Coaching apa itu? Kami gak butuh, kami hanya butuh training leadership..! Anak buah saya [dengar:Manager] suka sekali dengan habit one-man-show. Semua pekerjaan kalo bisa ditelan sendiri, gak percaya sama anak buahnya. Jadi, di level manager banyak yang stress, di level officer, group leader mereka happy-happy saja..! Ini gak bisa dibiarkan terus-terusan. Manager khan harusnya hanya mengelola orang lain yang mengerjakan pekerjaan, bukan mengerjakan semua pekerjaan sendiri..?&#8221;<br />
Inilah tanda-tanda, masih bayang-bayangnya Leadership &amp; Coaching..di perusahaan lokal Indonesia, bahkan yang sudah berumur puluhan tahun berjaya di pasar domestik! Dan gejala ini hampir &#8220;merata&#8221; disemua level Manager perusahaan-perusahaan lokal. Cobalah cek dan masuklah lebih kedalam. &lt;!&#8211; D(["mb","\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cstrong\u003eApa sih itu LEADERSHIP?<span id="more-45"></span>\u003c/strong\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eCoba lihat amati job-desc seorang Manager/GM yang umumnya ditandai \u0026quot;key-words\u0026quot; sbb.:\u003cbr\u003e1. Mengelola pekerjaan [work or business-oriented-management, mencapai target, meraih visi \u0026amp; misi organisasi, memuaskan customer]\n\u003cbr\u003e2. Mengelola orang/people [people-oriented-management, mengelola sikap kerjanya: kerja keras, jujur, tanggung jawab, kepeduliannya dan mengelola karakter personalnya]\u003cbr\u003e3. Mengarahkan team kerja [directing, visioning, pathfinding, coaching/counselling, developing others]\n\u003cbr\u003e4. Memotivasi team kerja [motivating, encouraging, rewarding].\u003cbr\u003e\u003cem\u003e\u003cbr\u003e[Peter F. Drucker bilang: \u0026quot;tantangan terbesar para manajer [eksekutif] di dunia adalah meningkatkan produktivitas pekerja berpengetahuan [knowledge worker] dan pekerja jasa [service worker]\u0026quot; dalam bukunya Classic Drucker 2007.]\n\u003c/em\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eSudah jelas kalau begitu, apa itu leadership? Ia \u0026quot;sumber\u0026quot; segala sumbernya semua hal yang berhubungan dengan satu kata : \u0026quot;kinerja\u0026quot;. Kinerja organisasi [perusahaan]. Didalamnya termasuk:\u003cbr\u003e\n\u003cbr\u003e1. Bagaimana meningkatkan \u0026quot;kepedulian\u0026quot;, \u0026quot;kedisiplinan\u0026quot;, \u0026quot;tanggung-jawab\u0026quot; karyawan/wati [mengelola sikap profesional anak buah] menuju produktifitas.\u003cbr\u003eMengubah anak buah yang \u0026quot;tidak peduli\u0026quot; menjadi peduli, yang malas jadi rajin, yang tidak disiplin, jadi disiplin, dst. Ini BUKAN kerjaan HRD.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e2. Bagaimana memotivasi \u0026amp; menginspirasi agar karyawan/wati bergerak maju [memotivasi team kerja] menuju produktifitas. Leader juga motivator. Mengubah yang demotivasi menjadi termotivasi kembali. Ini BUKAN kerjaan HRD.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e3. Bagaimana mengembangkan karyawan/wati [mendevelop team melalui caoching/counselling.] Beberapa perusahaan maju memakai istilah C\u0026amp;C &#8211; coaching \u0026amp; counselling, pemimpin juga counsellor selain coach. Ini BUKAN kerjaan HRD.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cstrong\u003eNew Mindset-nya apa sih?\u003c/strong\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eParadigma baru apa yang \u0026quot;tersirat\u0026quot; \u0026amp; \u0026quot;tersurat\u0026quot; di dalam pengertian ini?&#8221;,1] );  //&#8211;&gt;</p>
<p><strong>Apa sih itu LEADERSHIP?</strong></p>
<p>Coba lihat amati job-desc seorang Manager/GM yang umumnya ditandai &#8220;key-words&#8221; sbb.:<br />
1. Mengelola pekerjaan [work or business-oriented-management, mencapai target, meraih visi &amp; misi organisasi, memuaskan customer]<br />
2. Mengelola orang/people [people-oriented-management, mengelola sikap kerjanya: kerja keras, jujur, tanggung jawab, kepeduliannya dan mengelola karakter personalnya]<br />
3. Mengarahkan team kerja [directing, visioning, pathfinding, coaching/counselling, developing others]<br />
4. Memotivasi team kerja [motivating, encouraging, rewarding].<br />
<em><br />
[Peter F. Drucker bilang: "tantangan terbesar para manajer [eksekutif] di dunia adalah meningkatkan produktivitas pekerja berpengetahuan [knowledge worker] dan pekerja jasa [service worker]&#8221; dalam bukunya Classic Drucker 2007.] </em></p>
<p>Sudah jelas kalau begitu, apa itu leadership? Ia &#8220;sumber&#8221; segala sumbernya semua hal yang berhubungan dengan satu kata : &#8220;kinerja&#8221;. Kinerja organisasi [perusahaan]. Didalamnya termasuk:</p>
<p>1. Bagaimana meningkatkan &#8220;kepedulian&#8221;, &#8220;kedisiplinan&#8221;, &#8220;tanggung-jawab&#8221; karyawan/wati [mengelola sikap profesional anak buah] menuju produktifitas.<br />
Mengubah anak buah yang &#8220;tidak peduli&#8221; menjadi peduli, yang malas jadi rajin, yang tidak disiplin, jadi disiplin, dst. Ini BUKAN kerjaan HRD.</p>
<p>2. Bagaimana memotivasi &amp; menginspirasi agar karyawan/wati bergerak maju [memotivasi team kerja] menuju produktifitas. Leader juga motivator. Mengubah yang demotivasi menjadi termotivasi kembali. Ini BUKAN kerjaan HRD.</p>
<p>3. Bagaimana mengembangkan karyawan/wati [mendevelop team melalui caoching/counselling.] Beberapa perusahaan maju memakai istilah C&amp;C &#8211; coaching &amp; counselling, pemimpin juga counsellor selain coach. Ini BUKAN kerjaan HRD.</p>
<p><strong>New Mindset-nya apa sih?</strong></p>
<p>Paradigma baru apa yang &#8220;tersirat&#8221; &amp; &#8220;tersurat&#8221; di dalam pengertian ini?<!-- D(["mb","\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e1. Tugas mengembangkan SIKAP kerja profesional [professional attitude] dari anak buah, adalah tugas utama leader, BUKAN tugas HRD/human capital.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e2. Tugas mendevelop anak buah mencapai \u0026#39;optimum potential\u0026#39;nya, \u0026quot;BUKAN\u0026quot; pekerjaan HRD/personalia/human capital, melainkan tugas MELEKAT dari pemimpin itu sendiri. Tidak bisa dipisah-pisahkan. Tugas COACHING tugas leader, BUKAN kerjaan HRD/human capital.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eTermasuk didalamnya mengambil keputusan tentang \u0026quot;manusia\u0026quot; \u0026amp; \u0026quot;fungsi\u0026quot; : \u003cbr\u003ea. mempromosikan jabatan, \u003cbr\u003eb. merotasikan posisi, \u003cbr\u003ec. memberi SP,\u003cbr\u003ed. mem-PHK anak buah, \u003cbr\u003ee. menyiapkan carrier-path anak buah, \n\u003cbr\u003ef. menyiapkan kader pemimpin baru [\u0026#39;talent-pool\u0026#39;], dst. \u003cbr\u003eIni semua BUKAN kerjaan HRD.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eFungsi HRD/personalia hanya mengadministrasikan, mengelola dampak keuangan, dampak pribadi karyawan/wati, pensiunnya, gajinya, surat PHK, surat SP, memastikan undang-undang ketenaga-kerjaan tidak dilanggar, memastikan aturan perusahaan dipatuhi, code of conduct di-respect oleh semua orang tanpa tebang pilih,dst, dst.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e3. Tugas memotivasi orang, tugas leader, BUKAN kerjaan HRD.\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eYah, ternyata pekerjaan kepemimpinan itu luas.. Luas karena 2 hal:\u003cbr\u003e1. Pilar manusia: mengurusi people, anak buah. \u003cbr\u003e2. Pilar pekerjaan: mengurusi pekerjaan, job, work.\n\u003cbr\u003eSudah jelas sekarang, tugas Manager/GM/Leader/Pemimpin, BUKAN hanya mencapai TARGET semata, tetapi lebih mendasar dari itu, adalah mengelola MANUSIA, mengelola anak buahnya. Jangan hanya bisa \u0026quot;kejar\u0026quot; target doang, begitu kasar-kasarnya. Itu baru \u0026quot;half\u0026quot; leader, separuh pemimpin. Yang separuhnya mengurusi orang, anak buah.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cem\u003eJohn. C. Maxwell berkata: \u0026quot; Jika pemimpin berhasil mengelola orang, ia akan dengan mudah berhasil mengelola pekerjaannya..\u0026quot;\u003c/em\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eKepemimpinan memang \u0026quot;sedikit\u0026quot; dikenali, Coaching belum dikenal..! Itulah realitas disekitar kita, termasuk realitas para trainer, motivator sendiri, bukan?\n\u003cbr\u003eKepemimpinan masih bagaikan \u0026quot;bayang-bayang\u0026quot;..lihat gambar tas bergambar anak kecil..seolah anak beneran, padahal hanya bayang-bayang, imagi, ilustrasi..! Seolah-olah pemimpin dengan angkuhnya mengatakan: \u0026quot;Saya sudah capai target..\u0026quot; Itu baru bayang-bayang kepemimpinan saja..!\n",1] );  //--></p>
<p>1. Tugas mengembangkan SIKAP kerja profesional [professional attitude] dari anak buah, adalah tugas utama leader, BUKAN tugas HRD/human capital.</p>
<p>2. Tugas mendevelop anak buah mencapai &#8216;optimum potential&#8217;nya, &#8220;BUKAN&#8221; pekerjaan HRD/personalia/human capital, melainkan tugas MELEKAT dari pemimpin itu sendiri. Tidak bisa dipisah-pisahkan. Tugas COACHING tugas leader, BUKAN kerjaan HRD/human capital.</p>
<p>Termasuk didalamnya mengambil keputusan tentang &#8220;manusia&#8221; &amp; &#8220;fungsi&#8221; :<br />
a. mempromosikan jabatan,<br />
b. merotasikan posisi,<br />
c. memberi SP,<br />
d. mem-PHK anak buah,<br />
e. menyiapkan carrier-path anak buah,<br />
f. menyiapkan kader pemimpin baru ['talent-pool'], dst.<br />
Ini semua BUKAN kerjaan HRD.</p>
<p>Fungsi HRD/personalia hanya mengadministrasikan, mengelola dampak keuangan, dampak pribadi karyawan/wati, pensiunnya, gajinya, surat PHK, surat SP, memastikan undang-undang ketenaga-kerjaan tidak dilanggar, memastikan aturan perusahaan dipatuhi, code of conduct di-respect oleh semua orang tanpa tebang pilih,dst, dst.</p>
<p>3. Tugas memotivasi orang, tugas leader, BUKAN kerjaan HRD.</p>
<p>Yah, ternyata pekerjaan kepemimpinan itu luas.. Luas karena 2 hal:<br />
1. Pilar manusia: mengurusi people, anak buah.<br />
2. Pilar pekerjaan: mengurusi pekerjaan, job, work.<br />
Sudah jelas sekarang, tugas Manager/GM/Leader/Pemimpin, BUKAN hanya mencapai TARGET semata, tetapi lebih mendasar dari itu, adalah mengelola MANUSIA, mengelola anak buahnya. Jangan hanya bisa &#8220;kejar&#8221; target doang, begitu kasar-kasarnya. Itu baru &#8220;half&#8221; leader, separuh pemimpin. Yang separuhnya mengurusi orang, anak buah.</p>
<p><em>John. C. Maxwell berkata: &#8221; Jika pemimpin berhasil mengelola orang, ia akan dengan mudah berhasil mengelola pekerjaannya..&#8221;</em></p>
<p>Kepemimpinan memang &#8220;sedikit&#8221; dikenali, Coaching belum dikenal..! Itulah realitas disekitar kita, termasuk realitas para trainer, motivator sendiri, bukan?<br />
Kepemimpinan masih bagaikan &#8220;bayang-bayang&#8221;..imagi, ilustrasi..! Seolah-olah pemimpin dengan angkuhnya mengatakan: &#8220;Saya sudah capai target..&#8221; Itu baru bayang-bayang kepemimpinan saja..!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=45&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/20/leadership-undercover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Khan Sudah Minta Maaf..</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/17/tapisaya-khan-sudah-minta-maaf/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/17/tapisaya-khan-sudah-minta-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 15:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tatapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/17/tapisaya-khan-sudah-minta-maaf/</guid>
		<description><![CDATA[Cuplikan berikut dari DR. Chapman. Kali ini yang dibicarakan adalah hal yang sering membuat kita frustasi,&#8221;Kenapa sih dia masih marah, tapi saya khan sudah minta maaf?&#8221; Ternyata mohon maaf pun ada bahasa yang berlaku berbeda bagi masing &#8211; masing pribadi. Simak ulasan berikut dan rasakan perbedaannya setelah anda praktekkan. Selamat menikmati&#8230; Learning to Apologize Effectively [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=44&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cuplikan berikut dari DR. Chapman. Kali ini yang dibicarakan adalah hal yang sering membuat kita frustasi,&#8221;Kenapa sih dia masih marah, tapi saya khan sudah minta maaf?&#8221; Ternyata mohon maaf pun ada bahasa yang berlaku berbeda bagi masing &#8211; masing pribadi. Simak ulasan berikut dan rasakan perbedaannya setelah anda praktekkan. Selamat menikmati&#8230;</p>
<p>Learning to Apologize Effectively</p>
<p>Have you ever noticed that what one person considers to be an apology, is not what another person considers to be an apology? What is an apology?<br />
( Apakah anda pernah memperhatikan bahwa cara orang untuk menerima permohonan maaf berbeda satu sama lain ? Apa sih sebenarnya Permohonan Maaf itu ? )</p>
<p>It’s different things to different people. After three years of research, Dr. Jennifer Thomas and I have concluded that there are five basic elements to an apology. We call them the five languages of apology. Each person has a primary apology language, and one of the five speaks more deeply to them emotionally than the other four. If you don’t speak their language, they may consider your apology insincere.<br />
( Masing &#8211; masing orang memiliki penerimaan yang berbeda satu sama lain. Setelah riset selama tiga tahun, Dr. Jenifer Thomas dan saya menyimpulkan bahwa terdapat 5 Dasar Permintaan Maaf. Kami menyebutnya sebagai Lima Bahasa Permohonan Maaf. Setiap orang memiliki bahas permohonan maaf yang utama, dan satu dari lima tersebut berdampak lebih dalam secara emosi dari empat yang lain. Jadi jika anda tidak bicara dengan bahasa mereka, mereka akan menganggap permohonan maaf anda kurang tulus )</p>
<p>A Question of Sincerity<br />
( Pertanyaan tentang ketululusan )<span id="more-44"></span><br />
Ever had someone apologize to you and you questioned their sincerity? Ever ask yourself why? It’s probably because they did not speak your apology language. They said, “I’m sorry.” But what you wanted to hear was, “I was wrong.” They said, “Will you forgive me?” But what you wanted to hear was, “What can I do to make this right?”<br />
( Pernahkah ada seseorang yang meminta maaf pada anda dan anda mempertanyakan ketulusannya ? Pernah merefleksikan diri tentang hal itu ? Kemungkinannya adalah mereka tidak berbicara bahasa permohonan maaf anda. Mereka bilang,&#8221;Saya minta maaf.&#8221; Tetapi apa yang ingin anda dengan adalah,&#8221; Saya salah.&#8221; Mereka bilang,&#8221;Apakah saya dimaafkan ?&#8221; Tetapi yang ingin anda dengar adalah,&#8221; Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya ?&#8221; )</p>
<p>Many of our apologies come across as insincere because we are not speaking the apology language of the offended person. If couples can learn each other&#8217;s primary apology language and speak it when they offend each other, forgiveness will be much easier.<br />
( Banyak dari permintaan maaf kita dianggap kurang tulus karena kita tidak bicara bahasa permohonan maaf dari orang yang kita tuju. Jika pasangan bisa mengetahui bahasa permohonan maaf utama masing &#8211; masing dan menggunakkanya pada saat yang diperlukan, pasti akan lebih mudah untuk memaafkan. )</p>
<p>The Five Languages of Apology<br />
( Lima Bahasa Permohonan Maaf )<br />
Do you know the five languages of apology?<br />
# 1 &#8211; Expressing Regret – “I’m sorry.” “I feel badly about what I did.”<br />
# 2 &#8211; Accepting Responsibility – “I was wrong.” “It was my fault.”<br />
# 3 &#8211; Making Restitution – “What can I do to make it right?”<br />
# 4 &#8211; Genuinely Repenting – “I’ll try not to do that again.”<br />
# 5 &#8211; Requesting Forgiveness – “Will you please forgive me?”<br />
( Apakah anda tahu 5 bahasa Permohonan Maaf?<br />
# 1 &#8211; Ekspresi Penyesalan &#8211; &#8221; Saya mohon maaf.&#8221;"Saya merasa apa yang saya lakukan tidak baik&#8221;<br />
# 2 &#8211; Menerima Tanggung Jawab &#8211; &#8221; Saya bersalah.&#8221;"Itu salah saya.&#8221;<br />
# 3 &#8211; Membuat Penggantian &#8211; &#8221; Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya? &#8220;<br />
# 4 &#8211; Menyatakan Kekhilafan &#8211; &#8220;Saya tidak akan melakukannya lagi.&#8221;<br />
# 5 &#8211; Memohon Maaf &#8211; &#8220;Maukah memaafkan saya?&#8221; )</p>
<p>Speaking the Right One<br />
( Bicara dengan Bahasa yang Tepat )<br />
When you apologize, you are trying to make things right. So you say, “I’m sorry. I was wrong. I know I hurt you and I feel badly about it. Will you forgive me?” But your spouse says, “How could you do that if you loved me? How can I forgive you when you never do anything to ‘make it right’?&#8221; You feel frustrated and don’t know what to do next. The problem is not your sincerity, the problem is that you are not speaking the right apology language.<br />
(Ketika anda memohon maaf, anda berusaha untuk membuat semuanya menjadi baik lagi. Lalu anda mengatakan,&#8221; Saya mohon maaf. Saya salah. Saya telah menyakiti kamu dan saya merasa buruk sekali. Maukah kamu memaafkan saya?&#8221; Tetapi pasangan anda berkata,&#8221;Kenapa kamu bisa begitu jika kamu mencintai saya? Bagaimana saya bisa memaafkan kamu kalau kamu tidak melakukan apapun untuk memperbaikinya? &#8221; Anda merasa frustasi dan tidak tahu lagi apa yang seharusnya dilakukan. Masalahnya bukan ketulusan anda, melainkan anda tidak bicara dengan bahasa yang tepat. )</p>
<p>Which Do You Want to Hear?<br />
( Mana yang ingin anda dengar? )<br />
Which one of the five languages of apology do you want to hear? That is your primary apology language.<br />
( Manakah yang ingin anda dengar dari ke Lima Bahasa Permohonan Maaf itu? Itulah bahasa permohonan maaf anda yang utama )</p>
<p>Apologize effectively by learning your spouse&#8217;s apology language and speaking it when you know you have offended each other. Ask your spouse, “When I apologize, what do you want to hear from me?” You may be surprised at their answer, but it will give you their primary apology language. Learning to speak each other&#8217;s apology language will lead you to a growing marriage.<br />
( Memohon maaf secara efektif dengan mempelajari bahasa permohonan maaf pasangan anda dan bicara dengan bahasa tersebut pada saat diperlukan. Tanyakan pada pasangan anda, &#8220;Apa yang ingin mereka dengan ketika saya mohon maaf?&#8221; Anda mungkin saja terkejut dengan jawabannya, tetapi itu akan memberikan anda Bahasa Permohonan Maaf yang utama. Belajar bicara Bahasa mereka akan membawa anda ke Pernikahan yang terus bertumbuh. )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=44&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/17/tapisaya-khan-sudah-minta-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Outbond Management Training</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/outbond-management-training/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/outbond-management-training/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 15:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outbound]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/otbond-management-training/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pembangunan jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia, maka segala unsur yang mendorong percepatan proses pembangunan merupakan perhatian utama. Peranan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia sangat dibutuhkan, merujuk pada kenyataan bahwa hasil yang optimal lebih didominasi oleh faktor human resources assets (SDM) yang berkualitas dibandingkan oleh faktor financial assets, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=43&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left:27pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">Dalam pembangunan jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat </span><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">Indonesia</span><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">, maka segala unsur yang mendorong percepatan proses pembangunan merupakan perhatian utama. Peranan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia sangat dibutuhkan, m<span class="style211"><span style="line-height:150%;font-family:'AvantGarde Bk BT';">erujuk pada kenyataan bahwa hasil yang optimal lebih didominasi oleh faktor </span></span><i><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">human resources assets</span></i><span class="style211"><span style="line-height:150%;font-family:'AvantGarde Bk BT';"> (SDM) yang berkualitas dibandingkan oleh faktor </span></span><i><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">financial assets</span></i><span class="style211"><span style="line-height:150%;font-family:'AvantGarde Bk BT';">, maka investasi yang paling strategis adalah dengan melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tentunya dapat dicapai melalui kegiatan pelatihan (</span></span><i><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">training</span></i><span class="style211"><span style="line-height:150%;font-family:'AvantGarde Bk BT';">).</span></span></span></p>
<p style="margin-left:28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';"></span><i><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">Outbound Management Training (OMT).</span></i><span style="font-family:'AvantGarde Bk BT';">OMT adalah suatu program pelatihan manajemen di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip “</span><span style="color:black;font-family:'AvantGarde Bk BT';"> experiential learning “ (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi. Dalam program OMT tersebut peserta secara aktif dilibatkan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan. Dengan langsung terlibat pada aktivitas <i>(learning by doing) </i>peserta akan segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan diri setiap orang dimasa mendatang.</span></p>
<p style="margin-left:28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:black;font-family:'AvantGarde Bk BT';">Metode Experiential Learning dipercaya bukan hanya merupakan sebuah “trend” dalam metode pelatihan, namun telah dikaji sebagai suatu metode yang paling efektif dalam mengakomodasi kebutuhan / tuntunan terhadap hasil dari suatu pelatihan.</span></p>
<p style="margin-left:28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:black;font-family:'AvantGarde Bk BT';">Guna mencapai tujuan dan mengoptimalkan metode pelatihan tersebut, media Outdoor Activities atau yang juga dikenal dengan Outbound Training merupakan pilihan yang tepat. Dengan konsep interaksi antar peserta dan alam melalui kegiatan simulasi di alam terbuka diyakini dapat memberikan suasana yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berfikir serta persepsi yang kreatif dan positif dari setiap peserta guna membentuk jiwa kepemimpinan, kebersamaan / teamwork, keterbukaan, toleransi dan kepekaan yang mendalam, yang pada harapannya akan mampu memberikan semangat, inisiatif, dan pola pemberdayaan baru dalam suatu organisasi, sekolah tinggi (Universitas) maupun instansi perusahaan.</span></p>
<p style="margin-left:28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:black;font-family:'AvantGarde Bk BT';">Melalui simulasi Outdoor activities ini peserta juga akan mampu mengembangkan potensi diri, baik secara individu <i>(Personal Development) </i>maupun dalam kelompok <i>(Team Development) </i>dengan melakukan interaksi dalam bentuk komunikasi yang efektif, manajemen konflik, kompetisi, kepemimpinan, manajemen resiko, dan pengambilan keputusan serta inisiatif.</span></p>
<p style="margin-left:28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="color:black;font-family:'AvantGarde Bk BT';">Untuk informasi Oasis Outbond  Silakan download di : </span><a target="_blank" href="http://www.geocities.com/arife44/Oasis-Outbond-.doc"><strong><font color="#0b5eb4">http://www.geocities.com/arife44/Oasis-Outbond-.doc</font></strong></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=43&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/outbond-management-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa itu SEFT..?</title>
		<link>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/apa-itu-seft/</link>
		<comments>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/apa-itu-seft/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 14:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/apa-itu-seft/</guid>
		<description><![CDATA[SEFT merupakan suatu terapi Psikologi yang pertama kali ditujukan untuk melengkapi alat psikoterapi yang sudah ada, seperti contohnya metode desensitisasi atau pengurangan sensitifitas terhadap pemicu Phobia atau ketakutan yang amat sangat yang seringkali diluar rasio pada sesuatu. Metode ini dapat berlangsung lama, bahkan bisa tahunan dan pasien akan merasakan ketakutan yang amat sangat karena diajak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=42&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEFT merupakan suatu terapi Psikologi yang pertama kali ditujukan untuk melengkapi alat psikoterapi yang sudah ada, seperti contohnya metode desensitisasi atau pengurangan sensitifitas terhadap pemicu Phobia atau ketakutan yang amat sangat yang seringkali diluar rasio pada sesuatu.</p>
<p>Metode ini dapat berlangsung lama, bahkan bisa tahunan dan pasien akan merasakan ketakutan yang amat sangat karena diajak langsung berinteraksi dengan subyek ketakutannya, misalnya , takut bulu maka klien akan diminta memegang bulu. sungguh tidak nyaman dan berat untuk klien yang bersangkutan.</p>
<p>Kemudian muncul suatu pandangan yang menyatakan bahwa sebetulnya manusia tidak bisa dipisahkan dari segi jasmani dan rohaninya, dimana masing-masing sumber memiliki energi. Sebagai gambaran mudah, bila anda sedang marah, yang notabene adalah energi psikologi, anda akan merasakan gejala fisik misalnya kepala berdenyut-denyut, tensi meningkat, jantung berdebar lebih keras, aliran darah ke wajah semakin banyak atau gejala fisik yang lain.</p>
<p>Gambaran berikutnya, bila anda tidak ingin merasakan gejala fisik yang saya sebutkan diatas, anda harus membebaskan diri dari energi Psikologi yang negatif, dalam hal ini marah.</p>
<p>Jadi,<span id="more-42"></span> pembebasan dari energi negatif adalah sesuatu yang esensial dalam SEFT.<br />
SEFT sendiri bukanlah suatu teori yang baru, dimana prinsip awalnya sudah ditemukan lebih dari 5000 tahun yang lalu dimana diyakini bahwa tubuh manusia terdiri dari Cakra dan median yang membawa energy baik psikologis maupuin fisik dimana kedua energy ini saling berkaitan dan saling mempengaruhi.</p>
<p>Mungkin anda bertanya, “kok rasanya seperti teori akupuntur? “ anda tidak salah karena baik SEFT maupun Akupuntur berangkat dari teori yang sama, namun seperti yang anda ketahui bahwa akupuntur adalah sesuatu yang sangat rumit yang tidak semua orang bisa menguasainya. Disamping itu , akupuntur memerlukan waktu untuk bisa menimbulkan efek seperti yang diharapkan selain juga membuat pasien tergantung kepada terapisnya.</p>
<p>Akupuntur terdiri dari ratusan titik yang harus dihapal satu persatu. sedang SEFT, hanya terdiri dari 18 titik yang<b><u> HANYA DIKETUK PERLAHAN</u></b>, tanpa perlu penusukan jarum, dan dalam beberapa kasus phobia yang bisa dilakukan psikoterapi selama bertahun-tahun, dapat disembuhkan dengan SEFT hanya dalam waktu 20 MENIT ! SEFT sendiri dapat dilakukan sendiri oleh setiap orang (karena begitu mudahnya) bahkan anak berusia 5 tahun pun dapat diajari menggunakan terapi ini. Banyak yang meragukan efektifitas terapi ini , yang mereka bilang<b> <i>too good to be true</i></b>, karena terlihat begitu simple , dan (terkesan) seperti main-main . Memang , terkadang secara kelirumologi banyak orang lebih tertarik kepada sesuatu yang rumit dan mahal dibandingkan dengan sesuatu yang simple seperti SEFT . Kemudian banyak orang mempertanyakan nilai ilmiah dari SEFT seperti bagaimana mekanisme bekerjanya ? dalam hal ini SEFT bisa dijelaskan seperti ini :</p>
<p>1.<b> SISTEM ENERGI TUBUH</b>. Tubuh kita mengandung energy berupa energy listrik. Dalam ilmu Biologi pernah kita mendapatkan pelajaran ini , namun bagi yang menginginkan contoh nyata adalah pada saat kita melakukan pemeriksan EKG (<b><i> Elektro Kardiogram</i></b> ) yang notabene merupakan system listrik jantung. Dengan mengetahui system listrik tubuh , seorang terapis bisa memperkirakan penyakit dan membuat diagnosis terhadap suatu penyakit , Contoh lain adalah pada saat anda menyentuh setrika panas , secara instant anda akan merasakan rasa panas menjalar . <span>Hal ini disebabkan rasa sakit dijalarkan secara elektrik ke otak kita . Tanpa adanya mekanisme ini , kita juga tidak akan bisa merasakan , mendengar , membau atau mengindera apapun . </span></p>
<p><span>2.<b> KERUSAKAN SISTEM TUBUH</b>Setelah kita belajar system energy tubuh , sekarang kita belajar tentang energy negative . Sekarang bayangkan pesawat TV anda mengalami gangguan pada hal kecil , misalnya kabelnya ada yang putus . tentu anda tidak akan mendapatkan gambar yang baik . Besar kemungkinan gambar TV anda akan terputus-putus , atau TV anda mendadak mati . Demikian juga dalam kehidupan anda . Pengalaman Psikologis yang buruk ( trauma ) akan disimpan sebagai kenangan yang buruk pula dan akan mengendap sehingga mempengaruhi energy Psikologis anda .Dalam hal ini anda akan mulai terserang stress , phobia atau kejadian yang lain yang juga mempengaruhi kondisi fisik . Misialnya seorang yang phobia air , akan merasakan sakit perut setiap kali dibawa ke kolam renang. </span></p>
<p><span>3. <b>COMPLETING THE MISSING ONE</b> Misalnya , anda kehilangan uang .Akan berbeda rasanya apabila anda mengikhlaskan uang yang sudah hilang dibandingkan dengan anda merasa marah oleh karenanya . Sulit ? Pasti ! Hanya bila anda ingin terbebas dari emosi negative , and harus berani MENERIMANYA . Mungkin anda bertanya , mengapa emosi negative harus kita terima, bukannya dibuang ? Saudara, dengan menerima setiap permasalahan kita , akan muncul perasaan pasrah dan menerima yang dalam survey terbukti meningkatkan kekebalan tubuh kita dari penyakit . Dalam hal psikologi , dengan menerima permasalahan kita akan melatih alam “kesadaran “ ( Supra Conciousness) kita sehingga akan tumbuh sikap “manusia mengendalikan masalah , dan bukan sebaliknya “ . SEFT sendiri menyandarkan diri pada 3 hal , yaitu KIP ( Khusyuk , Ikhlas , dan Pasrah ) dalam terapinya . Dengan menerima keadaan anda , anda akan menemukan bagian dari diri anda yang “hilang “ </span></p>
<p>4. <b>MENGGANTI 100 % SISTEM TUBUH</b> . Langkah selanjutnya adalah dengan mengganti 100 % Sistem tubuh . Bukan maksud saya untuk anda ganti organ tubuh , tapi anda memperbaiki sistem tubuh anda baik energy Psikologis maupun fisik . SEFT sendiri berlangsung dengan mengaktifkan cakra (kumparan energy) yang ada pada tubuh kita dengan KETUKAN RINGAN pada 18 titik tubuh. Sangat mudah , cepat dan efisien .Dengan asumsi bahwa apabila kita membebaskan cakra dari energy negative , maka cakra yang merupakan kumparan energy kita akan berjalan lancar dan semua permasalahan Psikologis maupun Fisik kita akan hilang . BAGAIMANA MELAKUKAN SEFT ? Seperti yang saya tulis dibagian awal , bahwa SEFT adalah pengembangan dari EFT ( atau Emotional Freedom Technique ) dimana factor “S”adalah factor Spiritual . Hal ini sangat penting karena seringkali factor ini sangat berperan tatkala terapi EFT konvensional kurang maksimal memberikan hasil . Faktor Spiritual sangat penting karena merupakan hal esensial dan hubungan vertical “paling tulus” antara hamba dan penciptnya . Tidak ada perbedaan agama dalam pemberian terapi SEFT . Apapun kepercayaan atau agama anda , bisa menerima terapi ini .</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariefbudi.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariefbudi.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariefbudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariefbudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariefbudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariefbudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariefbudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariefbudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariefbudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariefbudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariefbudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariefbudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariefbudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariefbudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariefbudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariefbudi.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariefbudi.wordpress.com&amp;blog=2307092&amp;post=42&amp;subd=ariefbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariefbudi.wordpress.com/2008/01/15/apa-itu-seft/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3562801f24b5067dc5b8742136bc1975?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
