Dibalik gemulainya penari Lengger

”Lengger tak melulu urusan tontonan hiburan, padanya hadir tuntunan berisi ajaran falsafati yang berguna bagi hidup individu dan sosial,”


Cobalah resapi tiga macam gending pembuka pentas lengger, yaitu ricik-ricik, sekar gadhung, dan eling-eling. Ricik-ricik atau hujan gerimis mengingatkan manusia pada hakikat masa kecil. ”Seperti gerimis yang membasahi bumi pun tak sanggup, seperti itu manusia saat kecil,” katanya, kemarin.

Sekar gadhung mengibaratkan manusia sebagai bunga gadhung, sejenis umbi yang mengandung racun berbahasa. Namun, jika diolah secara baik, umbi itu bisa menjadi aneka ‘nyamikan’ yang lezat. Manusia dipadankan dengan gandhung, artinya bergantung pada bagaimana proses pengajarannya.

”Sehingga di Banyumas ada ujaran, aja nganti salah barute. Artinya, jangan sampai salah mendidik anak, karena salah-salah dia menjadi memiliki sifat jahat yang meracuni orang lain,” ungkapnya.

Di sisi lain, sekar gadhung adalah wujud idealisasi pribadi manusia. Bunga adalah ”paesan” atau sesuatu yang indah dilihat. ”Jangan sampai manusia itu bunga yang indah dilihat, tapi memendam racun umbi gadhung,” katanya.

 

Nah, gendhing Eling-eling, sesuai dengan namanya, menunjukkan filsafat terpenting orang Jawa. Ajaran untuk selalu ingat pada yang menghidupi, ingat pada sangkan paran atau asal dan tujuan. ”Ini ajakan untuk mengingat Tuhan,” katanya.

Cuma masalahnya, memang menjadi lain ketika orang hanya melihat lengger sebagai tontonan, tanpa menghiraukan adanya tuntunan di balik lenggak-lenggoknya. Sekarang, tinggal memilih, mau pakai mata “sensasi” atau mata “makrifat”. Mangga kersa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: