“Menanti Sang Avatar”

Dua bulan full dari pertengahan puasa sampe habis lebaran kemarin, puas buanget ngendon bin ngringkel di kampung, adanya tiap pagi nonton Avatar bareng Hasan. 

Kisah Avatar ini bermula pada dunia yang terdiri dari 4 element atau suku bangsa besar :

1. Suku Air terdiri dari (suku air kutub utara dan suku air kutub selatan), menguasai element air dan es

2. Suku Tanah yang menguasai element tanah dan batu-batuan

3. Suku Api, yang menguasai element api dan petir

4. Suku Angin, yang menguasai element angin Pada setiap musim, selalu ada Sang Avatar yang bisa meredam, mendamaikan dan mempersatukan seluruh element (bangsa di dunia) agar terhindar dari mara bahaya.

Karena Sang Avatar menguasai keempat element dari semua unsur yang ada di muka bumi. Dengan kata lain, avatar ini adalah jagoannya / “The One & Only” 

Namun kisahnya dimulai pada suatu masa, sebuah element (suku api) ingin menguasai dunia dan mulai melakukan ekspansi penjajahan ke seluruh dunia. Perlawanan demi perlawanan mulai dilakukan hingga titik darah yang penghabisan. Cerita ini mirip sekali dengan kondisi dunia kita yang sudah labil, tidak menentu akibat adanya pemanasan global yang disebabkan oleh negara-negara maju sebagai “faktor utama” dan negara berkembang sebagai “faktor pendukung”. 

Suku Api diibaratkan seperti Amerika Serikat yang dengan pongahnya menolak semua opsi yang ada (meskipun akhirnya sedikit melunak….. .) yang suatu waktu dengan sesadar-sadarnya tanpa ada yang bisa melawan dapat melakukan tindakan-tindakan seperti yang dilakukan oleh suku api di kisah avatar. 

Suku Tanah, diibaratkan adalah negara-negara Eropa, karena suku tanah terkenal akan kekuatan dan pertahanannya. Hal ini mirip seperti Eropa yang sangat kuat namun tidak bisa bersatu. Contohnya dalam mata uang euro saja meskipun sudah cukup baik namun masih belum dijadikan compare dengan dolar amerika. 

Suku Air & Angin, diibaratkan seperti negara-negara Afrika dan Asia yang pada kenyataannya adalah negara-negara berkembang. Mungkin Indonesia adalah bagian dari suku Angin (versi saya…) yang berharap bisa membawa perubahan di dunia ini untuk menjadi lebih baik lagi. 

Melihat dari persamaan-persamaan yang dapat kita ambil dari film karton tersebut kita dapat mengambil hikmahnya bahwa dalam setiap tindakan perusakan-perusakan di muka bumi baik yang disengaja maupun tidak akan mengakibatkan hilangnya keseimbangan dunia. Fatal akibatnya. 

Tidaklah salah apabila kita mulai berharap bahwa Indonesia dapat menjadi “Sang Avatar” bagi dunia untuk membawa perubahan-perubahan sehingga kita tidak lagi menjadi takut dan mulai menjalin persahabatan, perdamaian, pelestarian serta menjaga lingkungan hidup. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: