Leadership Bayang-Bayang

Kepemimpinan bagai bayang-bayang saja..

“Banyak manusia menyukai bayang-bayang, karena indahnya, tidak menyukai realita..karena pahitnya..”

Teman saya berbagi pengalaman-pengalaman kerja di beberapa perusahaan lokal besar, pegawainya rata-rata: diatas 1.000 orang, ada beberapa lokasi plant [rata-rata manaufacturing good local brands]. Dirutnya orang lokal, pegawainya semua lokal, tidak ada bule. Menarik ucapan salah satu supporting managernya yang sudah bekerja 25 th: “..Gak perlu training leadershiplah, kami ini lebih perlu bagaimana meningkatkan sikap & rasa peduli, kebersamaan, togetherness seperti dulu lagi..yang kini sudah mulai terkotak-kotak, hambar. Kami ini sekarang, kerja hanya sebatas karyawan, dulu gak ada batasnya, yah karyawan, yah owner…berjuang..Kami memerlukan itu”. Satu lagi GM bilang:”..Coaching apa itu? Kami gak butuh, kami hanya butuh training leadership..! Anak buah saya [dengar:Manager] suka sekali dengan habit one-man-show. Semua pekerjaan kalo bisa ditelan sendiri, gak percaya sama anak buahnya. Jadi, di level manager banyak yang stress, di level officer, group leader mereka happy-happy saja..! Ini gak bisa dibiarkan terus-terusan. Manager khan harusnya hanya mengelola orang lain yang mengerjakan pekerjaan, bukan mengerjakan semua pekerjaan sendiri..?”
Inilah tanda-tanda, masih bayang-bayangnya Leadership & Coaching..di perusahaan lokal Indonesia, bahkan yang sudah berumur puluhan tahun berjaya di pasar domestik! Dan gejala ini hampir “merata” disemua level Manager perusahaan-perusahaan lokal. Cobalah cek dan masuklah lebih kedalam. <!– D([“mb”,”\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cstrong\u003eApa sih itu LEADERSHIP?\u003c/strong\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eCoba lihat amati job-desc seorang Manager/GM yang umumnya ditandai \u0026quot;key-words\u0026quot; sbb.:\u003cbr\u003e1. Mengelola pekerjaan [work or business-oriented-management, mencapai target, meraih visi \u0026amp; misi organisasi, memuaskan customer]\n\u003cbr\u003e2. Mengelola orang/people [people-oriented-management, mengelola sikap kerjanya: kerja keras, jujur, tanggung jawab, kepeduliannya dan mengelola karakter personalnya]\u003cbr\u003e3. Mengarahkan team kerja [directing, visioning, pathfinding, coaching/counselling, developing others]\n\u003cbr\u003e4. Memotivasi team kerja [motivating, encouraging, rewarding].\u003cbr\u003e\u003cem\u003e\u003cbr\u003e[Peter F. Drucker bilang: \u0026quot;tantangan terbesar para manajer [eksekutif] di dunia adalah meningkatkan produktivitas pekerja berpengetahuan [knowledge worker] dan pekerja jasa [service worker]\u0026quot; dalam bukunya Classic Drucker 2007.]\n\u003c/em\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eSudah jelas kalau begitu, apa itu leadership? Ia \u0026quot;sumber\u0026quot; segala sumbernya semua hal yang berhubungan dengan satu kata : \u0026quot;kinerja\u0026quot;. Kinerja organisasi [perusahaan]. Didalamnya termasuk:\u003cbr\u003e\n\u003cbr\u003e1. Bagaimana meningkatkan \u0026quot;kepedulian\u0026quot;, \u0026quot;kedisiplinan\u0026quot;, \u0026quot;tanggung-jawab\u0026quot; karyawan/wati [mengelola sikap profesional anak buah] menuju produktifitas.\u003cbr\u003eMengubah anak buah yang \u0026quot;tidak peduli\u0026quot; menjadi peduli, yang malas jadi rajin, yang tidak disiplin, jadi disiplin, dst. Ini BUKAN kerjaan HRD.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e2. Bagaimana memotivasi \u0026amp; menginspirasi agar karyawan/wati bergerak maju [memotivasi team kerja] menuju produktifitas. Leader juga motivator. Mengubah yang demotivasi menjadi termotivasi kembali. Ini BUKAN kerjaan HRD.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e3. Bagaimana mengembangkan karyawan/wati [mendevelop team melalui caoching/counselling.] Beberapa perusahaan maju memakai istilah C\u0026amp;C – coaching \u0026amp; counselling, pemimpin juga counsellor selain coach. Ini BUKAN kerjaan HRD.\n\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003e\u003cstrong\u003eNew Mindset-nya apa sih?\u003c/strong\u003e\u003cbr\u003e\u003cbr\u003eParadigma baru apa yang \u0026quot;tersirat\u0026quot; \u0026amp; \u0026quot;tersurat\u0026quot; di dalam pengertian ini?”,1] ); //–>

Apa sih itu LEADERSHIP?

Coba lihat amati job-desc seorang Manager/GM yang umumnya ditandai “key-words” sbb.:
1. Mengelola pekerjaan [work or business-oriented-management, mencapai target, meraih visi & misi organisasi, memuaskan customer]
2. Mengelola orang/people [people-oriented-management, mengelola sikap kerjanya: kerja keras, jujur, tanggung jawab, kepeduliannya dan mengelola karakter personalnya]
3. Mengarahkan team kerja [directing, visioning, pathfinding, coaching/counselling, developing others]
4. Memotivasi team kerja [motivating, encouraging, rewarding].

[Peter F. Drucker bilang: “tantangan terbesar para manajer [eksekutif] di dunia adalah meningkatkan produktivitas pekerja berpengetahuan [knowledge worker] dan pekerja jasa [service worker]” dalam bukunya Classic Drucker 2007.]

Sudah jelas kalau begitu, apa itu leadership? Ia “sumber” segala sumbernya semua hal yang berhubungan dengan satu kata : “kinerja”. Kinerja organisasi [perusahaan]. Didalamnya termasuk:

1. Bagaimana meningkatkan “kepedulian”, “kedisiplinan”, “tanggung-jawab” karyawan/wati [mengelola sikap profesional anak buah] menuju produktifitas.
Mengubah anak buah yang “tidak peduli” menjadi peduli, yang malas jadi rajin, yang tidak disiplin, jadi disiplin, dst. Ini BUKAN kerjaan HRD.

2. Bagaimana memotivasi & menginspirasi agar karyawan/wati bergerak maju [memotivasi team kerja] menuju produktifitas. Leader juga motivator. Mengubah yang demotivasi menjadi termotivasi kembali. Ini BUKAN kerjaan HRD.

3. Bagaimana mengembangkan karyawan/wati [mendevelop team melalui caoching/counselling.] Beberapa perusahaan maju memakai istilah C&C – coaching & counselling, pemimpin juga counsellor selain coach. Ini BUKAN kerjaan HRD.

New Mindset-nya apa sih?

Paradigma baru apa yang “tersirat” & “tersurat” di dalam pengertian ini?

1. Tugas mengembangkan SIKAP kerja profesional [professional attitude] dari anak buah, adalah tugas utama leader, BUKAN tugas HRD/human capital.

2. Tugas mendevelop anak buah mencapai ‘optimum potential’nya, “BUKAN” pekerjaan HRD/personalia/human capital, melainkan tugas MELEKAT dari pemimpin itu sendiri. Tidak bisa dipisah-pisahkan. Tugas COACHING tugas leader, BUKAN kerjaan HRD/human capital.

Termasuk didalamnya mengambil keputusan tentang “manusia” & “fungsi” :
a. mempromosikan jabatan,
b. merotasikan posisi,
c. memberi SP,
d. mem-PHK anak buah,
e. menyiapkan carrier-path anak buah,
f. menyiapkan kader pemimpin baru [‘talent-pool’], dst.
Ini semua BUKAN kerjaan HRD.

Fungsi HRD/personalia hanya mengadministrasikan, mengelola dampak keuangan, dampak pribadi karyawan/wati, pensiunnya, gajinya, surat PHK, surat SP, memastikan undang-undang ketenaga-kerjaan tidak dilanggar, memastikan aturan perusahaan dipatuhi, code of conduct di-respect oleh semua orang tanpa tebang pilih,dst, dst.

3. Tugas memotivasi orang, tugas leader, BUKAN kerjaan HRD.

Yah, ternyata pekerjaan kepemimpinan itu luas.. Luas karena 2 hal:
1. Pilar manusia: mengurusi people, anak buah.
2. Pilar pekerjaan: mengurusi pekerjaan, job, work.
Sudah jelas sekarang, tugas Manager/GM/Leader/Pemimpin, BUKAN hanya mencapai TARGET semata, tetapi lebih mendasar dari itu, adalah mengelola MANUSIA, mengelola anak buahnya. Jangan hanya bisa “kejar” target doang, begitu kasar-kasarnya. Itu baru “half” leader, separuh pemimpin. Yang separuhnya mengurusi orang, anak buah.

John. C. Maxwell berkata: ” Jika pemimpin berhasil mengelola orang, ia akan dengan mudah berhasil mengelola pekerjaannya..”

Kepemimpinan memang “sedikit” dikenali, Coaching belum dikenal..! Itulah realitas disekitar kita, termasuk realitas para trainer, motivator sendiri, bukan?
Kepemimpinan masih bagaikan “bayang-bayang”..imagi, ilustrasi..! Seolah-olah pemimpin dengan angkuhnya mengatakan: “Saya sudah capai target..” Itu baru bayang-bayang kepemimpinan saja..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: